2016 Desember 21 | 12:51:00 WIB
Perajin Anyaman Bambu Asal Bandung Tembus Pasar Eropa
BANDUNG,  Masih ingat dengan yang namanya boboko ( tempat menyimpan nasi)  dan hihid (k
2016 September 20 | 10:49:00 WIB
Bagus Rangin akan Menjelma di Nyimas Rarasantang Cirebon
BANDUNG.-Tjaroeban Teater akan menggelar pementasan teater yang berjudul Bagus Rangin pada 23-25 September 2016di Gedung
2015 Oktober 21 | 09:17:00 WIB
Melly Goeslow, Cakra Khan dkk akan Goncang Lapang Gasibu, Jumat 23 Oktober 2015
BANDUNG.- Cakra Khan, Tata Janeta, Hedi Yunus, Armand Maulana, Melly Goeslow, Dewi Gita, dan Nassar akan tampil memeriah
2015 Juni 17 | 12:16:00 WIB
Loper Koran itu Ternyata Personil Scudetto Pelantun Lagu-lagu Koes Plus
GRUP musik yang digawangi Agus (Keyboard + Vokal), Legimin (Gitar + Vokal), Emos (Bass + Vokal), dan Nandar (Drum) telah
2014 Januari 23 | 12:10:00 WIB

"Rebo Nyunda", Melestarikan Budaya Sunda Sekaligus Membuka Peluang Bisnis

Salah seorang pedagang ikat di Jl Diponegoro (Foto : Asri Pandanwangi/bandungupdate)

BANDUNG.-Setiap hari Rabu, beberapa kawasan di Kota Bandung terlihat ada yang berbeda. Di kawasan Jl. Diponegoro atau Jl. Surapati misalnya, jika biasanya di sisi kiri kanan jalan di kawasan ini diisi oleh beberapa PKL , kini diramaikan oleh para pedagang yang menjual baju pangsi dan ikat kepala. Para penggiat industri baju adat Sunda dengan cepat menangkap peluang bisnis sejak Walikota Bandung memberlakukan program "Rebo Nyunda" di hari Rabu, dimana warga dihimbau untuk mengenakan baju pangsi dan ikat kepala bagi laki-laki, kain kebaya dan karembong bagi perempuan.

Peluang bisnis ini rupanya tak disia-siakan oleh penggiat industri baju adat Sunda dari Bandung saja, tapi juga dari beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Firman, yang berjualan baju pangsi dan ikat kepala di kawasan Jl. Diponegoro. Firman mengaku datang dari Garut, ia sengaja membawa baju-baju pangsi dan ikat kepala yang dijualnya itu dari perajin pakaian adat Sunda di Garut. Menurut Firman, selain dari Garut, beberapa padagang lainnya juga ada yang datang dari Subang.

Peluang bisnis yang satu ini memang tak sia-sia.  Para pedagang pakaian adat sunda beserta asesorisnya mendapat keuntungan lumayan dari hasil dagangannya. Seperti dilansir dari jabarmedia.com, keuntungannya bisa mencapai 20%.  Pedagang dalam sehari bisa mendapat omzet Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.   Sebagian pedagang, mendapatkan produk jualannya seperti baju pangsi dan ikat kepala dengan  membeli barang terlebih dulu di toko-toko yang khusus menjual pakaian adat Sunda di Pasar Baru.  

Harga-harga baju pangsi dan ikat kepala dijual dengan harga beragam, untuk baju pangsi kebanyakan dibedakan harganya dari ukuran, ukuran dewasa dijual dengan harga Rp 90 ribu, sementara ukuran anak-anak Rp 70 ribu. Sementara ikat kepala dijual berdasarkan coraknya, seperti diterangkan Firman pada bandungupdate, ikat kepala dengan corak Siliwangi, Padjadjaran, Baduy, Adu Manis dijual dengan harga Rp 35 ribu, sementara corak biasa dihargai Rp 20 ribu. "Selain berjualan, saya juga ingin mengenalkan kebudayaan Sunda, kan selama ini tidak banyak yang tahu hal-hal seperti nama-nama ikat kepala ini." Terang Firman menambahkan.   

Para pembeli rupanya tak hanya datang dari warga Bandung saja yang memang dihimbau untuk mengenakan pakaian adat Sunda di hari Rabu, "Rebo Nyunda", tapi juga turis-turis lokal maupun internasional yang kebetulan melewati kawasan yang dijadikan tempat berjualan oleh para pedagang pakaian serta asesoris adat  Sunda ini. "Kemarin juga ada wisatawan dari Yogya beli ikat kepala, terus sebelumnya sempat juga ada turis Jepang yang beli dan tertarik untuk liat-liat", ujar Firman. (Ap) ***

 

 

KOMENTAR ANDA
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
2016 Desember 22 | 08:36:00
30 Stand Bazzar Ramaikan Salimah Expo 2016 Di Mesjid Pusdai
BANDUNG,  Sebanyak 30 stand bazzar ramaikan pergelaran Salimah Expo 2016 di Mesjid Pusdai Bandun, 21-23 Desember 2016. Acara yang digelar selama 3 hari tersebut...
2019 Maret 16 | 01:58:00
Politikus yang Berurusan dengan KPK Mencapai 344 Orang
BANDUNG.- Jumlah pelaku korupsi yang menduduki  jabatan politik yang sudah ditangani KPK sampai saat ini mencapai 344 orang. Mereka terdiri dari 70 anggota  DPR...